Archive | poetry RSS feed for this section

Seandainya Aku Mampu

18 Jan

Setiap wanita tentu ingin dicinta dan dipuja lebih dari perempuan manapun juga
Setiap wanita ingin di sayang dalam rupa perhatian dan pengertian
Setiap wanita tak rela d anggap lemah sekalipun butuh perlindungan
Setiap wanita tak sulit untk merasa ke-gr-an, dg sedikit rayuan gombal
Tak ingin aku seperti tabiat wanita
Jikalau kau anggap itu merepotkan, suamiku..
Seandainya itu aku mampu

old memory

11 Dec

Kubuka lagi album lama itu.
terpampang gambar kita masa lalu.malayang angan dan ingatanku.
akan kamu dengan segala kisahmu. masih ku ingat jelas,
malu untuk ku ungkap….aku suka…. saat itu
_______________________________________________________________________
Antara jakarta surabaya…t
erangkai syair2 merdu,
melukiskan reliev hatì yg terlanjur biru akan rasa ini.
Antara jakarta surabaya…
berhembuslah sang bayu sampaikan salamku aku ingin bertemu.
Antara jakarta surabaya…
duhai pujangga hati janganlah kau henti menulis sajak penawar rindu ini

c-i-n-t-a

4 Dec

kan kisimpan huruf C untuk ceria saat-saat bersama

kan ku simpan huruf I untuk ikhlas semua yang kau beri

kan ku simpan huruf N untuk nikmat ku rasakan kasih

kan kusimpan huruf T untuk takjub semua tentang mu

kan ku simpan huruf A untuk abadi kau bersemayam di hati

kan kurangkai huruf demi huruf untuk CINTA yang bersemi indah di sini

bintangku

30 Nov

Dibawah langit jakarta
Sayup2 sang bayu menyeka sisa2 guyuran hujan
Oh bintangku, tak terlihat seberkaspun sinarmu
Mendung tlah menenggelamkan warta tentangmu
Elegi nyanyian malam, syairkanlah kisah bintangku
Ku ingin menghitungnya hingga di ujung lelahku.

Senandung Biduan Bisu

5 Nov

meleleh air mata sang biduan
meringkuk malam pekat menyambut
tak lagi tegar jiwa sang biduan
bimbang beriak memecah sunyi

mungkin akal tak lagi balig
angkara murka mengoyak jiwa
ambisi memperbudak raga
syukurpun tak ingat berucap

rintik hujan menemani langit tua
biduan bisu lapuk di batu duka
mengutuk malam tak harap, tak pinta
hanyut dalam lara, pedih teramat

sang katak menari diatas daun talas
gerimis mengusik ketenangan danau
sang katak terus bernyanyi riang
menikmati alam anugrah Sang Maha Menggenggam

isyarat iri sang biduan
mengutuk katak, ria tak bersua

tutur bijak katak riang……….
melompatlah…! engkau, bisa lebih jauh
menarilah…! engkau, bisa lebih megah
meski bisu tak bernada, tak berirama
berdendanglah jiwa sanubari
malam pekat menepi, fajar hendak mengganti

lirih senandung biduan bisu dalam kebisuan, dalam pekat malam

I luv Ibu

1 Oct

Pagi sunyi saat semua raga masih terlelap
Berlahan mata mulai terpejam
sesosok wajah tergambr jelas dalam benakku
keriput tampak nyata…
garis gelap di bawah bola matanya
Namun senyum meneduhkan tak pernah lekang dari wajah itu
Wajah itu..ibuku
Kala ingat masa kecilku betapa bandelnya aku
namun ibu slalu sabar mendidikku
Betapa bodohnya diriku dengan tekun ibu terus membimbingku.
Saat gundah dan resah beliaulah curahan hatiku
kubayangkan wajah orang2 tersayang, adakah wajah itu selalu menjadi yg pertama?
Oh ibuku maafkan aku, yg belum bisa menjadi apa yg engkau mau
Dengan segala kekuranganku engkau bangga akan diriku
Ibuku selalu sabar dan lembut…
ibuku penuh kasih dan sayang…
ingin ku cium tangan ibu
kubisikkan aku cin..ta.. ibu

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.