“Assalamualaikum wr wb, Bapak pripun kabare ? Bapak sehat? Bla..bla..” SMS yang sedikit terasa asing, mungkin begitu perasaan bapak. bukanya apa2 tapi aku memang nggak pernah sms seperti iku kepada bapak, lho kok bisa ???. bukan juga berarti gak sayang atau gak peduli denga bapak, tapi biasanya jika menanyakan kabar langsung telepon aja. walapun intinya sama tapi rasanya beda, sedikit gengsi jika harus di tulis untuk hal2 seperti itu dan bermanja-manja. bisanya sih kalau sms hanya untuk menanyakan atau konsultasi tentang pekerjaan, pendidikan, tentang penyakit atau obat, pokoknya urusan luar negri lah. klo soal urusan dalam negri atau soal hati itu bagaian ibuk he… . Bapak begitulah aku memnggilnya. beliau sosok yang tegar, jika sakit gak mau ngerepotin, sabar, pendiam namun tetep punya sense humor tersendiri. kami jarang sekali dimarahi namun sekali marah semua jadi takut. ibarat kata klo bapak sudah nasehati serius itu sama halnya SP2 klo kita lagi di kantor he… jika ibu lebih sering bawel bapak sebaliknya lebih sering diam. mungkin begitu salah satu perbedaan sifat keduanya yang bias saling melengkapi . aku sama sekali belum pernah denger bapak mengeluh. mungkin bapak curhatnya sama ibuk dan ibuk membungkusya dg sangat rapih sehingga siapapun nggak ada yang tahu. Bapak penasehat andalan, bijak dan selalu rasional. jika aku bimbang dengan sebuah keputusan ataupun pilihan aku minta pendapat bapak. misal soal boleh atau nggak, jika jawabanya coba dipikirkan lagi / apa nggak sebaiknya bla bla bla..berarti itu tandanya lebih condong ke nggak, begitulah bapak nggak pernah memaksakan alias mengembalikan keputusan itu pada kita, beliau hanya mengarahkan saja. dan sejauh ini semua tepat. sebagai kepala keluarga yang ringan tangan, suka membantu pekerjaan rumah tangga maksutnya. walaupun klo menyapu sering kurang bersih he…. aku ingat waktu SD paling benci yang namanya menyetrika bawahan seragam yang banyak lipatan2nya, dan aku juga kurang telaten menjahit dengan tangan. tahu nggak semua pekerjaan itu bapak yang ambil alih dan satu hal lagi hasil seterikaan bapak licin, rapih, halus karna memegang prinsip hanya ada 1 garis untuk 1 lipatan tidak boleh lebih. huuh makanya klo seragam bapak aku setrikain pasti diam-diam di setrika ulang maklum hasil setrikaku gak sehalus bapak. Sekarang setelah kami punya mesin cuci bapak makin rajin mencuci. bayangin aja anggota keluarga kami ada 10 jika ngumpul semua (ibu, bapak, kakek, kakak, adik, ponakan dan menantu) pakaian kotor dalam sehari bisa 1 bak penuh makanya harus rajin mencuci semoga saja si mesin cuci awet (we need you so much mesin giling he..). bahkan boneka si vasa selalu rutin di cuci sampai2 bonekanya sudah tak bermata lagi . “Mbah kong nakal ikaku (bonekaku) di giling, nakal…nakal…hiks” teriak vasa sambil nangis karna bonekanya masuk mesin penggilingan. kini masalahnya di rumah gak ada seterika otomatis jadi sudah dapat dipastikan tumpukan baju yang nunggu giliran di seterika bisa menggunung. bisanya dimasukkan dalam dus super jumbo (kardus yang luasnya bisa muat buat tempat main kami berlima).
tahu nggak sebenarnya anak kesayangan bapak itu ya aku ( lirik kanan lirik kiri GR mode on ) semoga yang laen gak sempet mbaca bisa-bisa terjadi kecemburuan sosial nih. lha ibu sering mengatakan “klo ada apa-apa (denganku) bapakmu bisa marah”. contohnya saat pusa ramadhan aku hampir pinsan di pasar ibu mengatakan hal itu sambil memijitin aku yang lagi bersandar duduk. jadi gak salah kan klo aku keGRan he he…. Ahhh anggap saja aku lagi ngegosip sebenarnya kedua orang tua kami tidak pernah pilih kasih. mereka membedakan perlakuan sesuai dengan karakter kami si cuek, si keras kepala, si sensitif, si asal nyeplos, si ngambek. tapi untuk hak2 yang lain semua rata dan sama. Saat kami berkumpul obrolan yang paling seru adalah membahas masa2 kecil kami, karna ke 3 adikku terlambat lahir, maksutku aku & kakakku yang lebih dulu lahir maka bahasan yang paling panjang adalah kisah kami. kakaku orang yang manis, rajin, cantik dan cewek habis alias feminin jadi hanya sedikit kisah yang bisa bikin bahan ketawaan alias ledekan adik2ku. beda jauh dengan ku anak ajaib yang selalu banyak tingkah dan banyak maunya tapi juga gak nyadar-nyadar klo banyak enggaknya hee… yg tak pernah ketinggalan adalah kisah kecilku saat akan berangkat sekolah. bapak selalu kewalahan ngeladenin sikapku yang ngambek gak mau berangkat sekolah jika rambutku gak lurus. gimana gak puyeng lha rambut ikal kusut harus disulap jadi lurus dalam hitungan detik padahal waktu itu belum populer yang namanya rebounding. tapi bapak gak kekurangan akal dibasahilah rambutku sampai sebasah-basahnya jika rambut basahkan jadi nempel ke kulit kepala dan lurus. pokoknya pas waktu mau berangkat, saat ngaca rambutku harus terlihat lurus, setelah itu kembli ke habitat ikal plus kusut itu gak jadi masalah karna saat disekolah gak ada kaca, kalau toh ada gak bakalan berani juga aku ngambek di sekolah apalagi sampai nangis gulung2 iiihhh gak deh bukan aku banget itu
. utulah cerminan diriku yang suka kerapihan (cerita rambut klimis) (gubrakkk apa iya begitu???? ngeles aja). dan herannya kisah itu sudah di ulang di rewind berkali-kali, tetep aja mereka semua ngakak mendengarnya. aku hanya bisa garuk-garuk kepala . kisah yang tak pernah ku lupakan saat tes masuk STM, kami maksutku aku dan bapak berangkat sehabis sholat subuh dengan sepeda motor agar samapai di sekolah lebih awal sehingga aku masih punya waktu untuk sedikit menghilangkan jetlag (halah mabok motor aja) sebelum tes seleksi. turun dari motor kedua kaki kami gemeteran bukan karena pegel tapi karena serangan hawa dingin yang akut. kami memerlukan waktu 1.5 – 2 jam untuk sampai ke STM tersebut. saat tes berlangsung bapak menunggu sambil sholat duha. saat menjelang makan siang bapak membelikan makanan agar kami tidak mengantri. pas hari terakhir tes aku boleh PD dengan hasil tes alademik maupun elektro tapi aku terlihat sangat konyol / cupu / kuno saat tes komputer baik wawancara maupun tertulis. gimana tidak memegang saja tidak pernah apalagi mengoperasikan (kasian banget sih ). karena aku sangat polos jadi aku jujur apa adnya. sampai-sampai yang interview kebingungan apa yang mau ditanyakan. akhirnya pertanyaannya hanya “KIRA-KIRA menurut kamu apa fungsi dari bla bla bla..” sambil menunjun keyboard, monitor, mouse, printer. aku hanya menjawab berdasarkan bacaan dalam soal UNAS bahasa inggris yg pernah aku kerjakan he… keluar dari tempat pembantaian (ruang interview) wajahku kusut dan mendadak aku bungkam seribu bahasa. rasa PD ku menipis sampai lapisan terakhir sepertinya pengen sembunyi saja sampaai orang seluruh dunia telah lupa dengan kisah tragisku saat itu, apa lagi melihan teman yang sedang di wawancara di samping dengan singkat dan cekatan melahap semua pertanyaan hedehhh……. Bapak tidak banyak bertanya tapi aku yakin pasti beliau paham sepaham pahamnya (maklum sedikit banyak sifat kami hamper sama). sepanjang perjalanan motor ku peluk bapak dari belakan sembari pura pegangan. tak dapat kutahan air mata, penyesalan yang amat karna kukira aku telah mengecewakan bapak dengan segala perjuangan yg telah bapak lakukan selama tes seleksi tsb.
Trus apa intiya ?? pokoknya I LUV Bapak meskipun jarang aku mengungkapkanya (sedikit gengsi…hanya sedikit aja)