insomnia dulu pernah mengalami, entah apa penyebab pastinya kenapa sekarang aku sudah terbebas dari insomnia. seingat aku sejak Ramadhan th 2009 sepertinya jadi gampang tidur. yang aku lakukan hanya terapi ibadah (hanya istilah sendiri
) . hal-hal yang kulakukan membiasakan diri bangun pagi, jika malam tidak bisa tidur lebih baik menggunakan kesempatan tersebut untuk mengambil wudlu lanjut dengan sholat lail beberapa rokaat. jadi suka melakukan sujud & rukuk berlama-lama. setiap membaca Al Fatihah dalam hati kuartikan dengan bahasa indonesia. malam yang hening saat terbaik untuk mengadu tidak ada kata gengsi dan malu karna Allah Maha tahu sekalipun kita belum mengadu. tilawah membaca Al Quran setelah sholat lail dan sesudah sholat subuh. mendengarkan tilawah kebetulan ngefans banget dengan surat Ar Rahman saat tidur atapun istirahat siang dengan begitu aku ngerasa jadi lebih tenang. aku gak pernah tahu penyebab insomniaku tapi yang jelas saat aku tidak bisa tidur ada resah yang tidak aku sadari. semoga pengalamanku ini bisa membantu bagi yang lagi terkena insomnia.
banyak artikel yang menyebutkan tentang penyebab insomnia, tapi artikel yg sat ini baru nemu :
Walau masih perlu diteliti lebih lanjut, dari pengalaman memberikan banyak terapi insomnia menunjukkan, kebanyakan individu yang mengalami insomnia pada masa kecilnya merupakan pribadi yang memiliki kepekaan perasaan yang sangat tinggi.
Tidak usah heran jika kebanyakan orang yang mengalami insomnia, rata rata memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi, hal tersebut disebabkan oleh kemampuan menyerap pelajaran yang sangat baik.
Sayangnya, kemampuan penyerapan yang baik jika tidak disertai keterampilan menyeleksi informasi yang masuk, dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang sangat hebat dan kronis, karena informasi/pengalaman negatif turut terekam dengan baik.
Jika hal ini berlangsung terus menerus, dapat merangsang seseorang mengubah jati-dirinya menjadi pribadi yang selalu menganalisis setiap informasi ataupun persoalan yang datang, karena ingin mencegah penderitaan.
Kebiasaan menganalisa yang terus menerus dan berlebihan inilah yang dikemudian hari berpotensi menimbulkan insomnia karena pikirannya terus bekerja tanpa henti dan tidak mengenal waktu, termasuk waktu istirahat ataupun tidur.