c-i-n-t-a
kan kisimpan huruf C untuk ceria saat-saat bersama
kan ku simpan huruf I untuk ikhlas semua yang kau beri
kan ku simpan huruf N untuk nikmat ku rasakan kasih
kan kusimpan huruf T untuk takjub semua tentang mu
kan ku simpan huruf A untuk abadi kau bersemayam di hati
kan kurangkai huruf demi huruf untuk CINTA yang bersemi indah di sini
mahar


Bisnis souvenis & paket hantaran pernikahan memang menjadi rencana masa depan. ide ini muncul kurang lebih 3 tahun yang lalu. di akhir tahun 2007 (saat masih kerja di surabaya) Alahamdulillah kakakku telah dicukupkan rezekinya untuk menikah. kupikir apa yang bisa kubantu. kakaku meminta ku untuk membuatkan mahar maklumlah orangtua calon suaminya perantauan jadi segala sesuatunya kami yang persiapkan. aku coba terima aja. sama sekali tak ada gambaran mau bikin model apa. bahkan sebelumnya belum pernah belajar sama sekali. karena aku suka bunga mawar, suk a menggambar mawar dan segala sesuatu pasti ada hubungannya dengan bunga mawar jadi kuputuskan untuk membuat bunga mawar. setelah mengumpulkan bahan , perlengkapan, pigora dan tentu saja rupiah yang diperlukan mulailah merangkai kelopak demi kelopak mawar dari uang. ditambahkan sedikit accesories dan manik2 buat tulisan JRENG…… jadilah mahar ala debbie ckckckk…. Dilarang protes boleh sedikit mengkritik hasilnya. maklum masih amatiran. Alhamdulillah ternyata semua senang HORE……… malah ketiban order. teman kostku minta tolong untuk di bikinkan hantaran pengantin. Masyallah apalagi ini. aku cuma pernah lihhat model2 orang merangkai hantaran dengan bentuk bebek, kelinci, bunga dll. tapi kan aku belum tahu carabikinnya. ya sudahlah ku trima aja. tadinya cuma 3 paket hantaran. setelah tahu hasilnya malah di tambah jadi 8 paket. hua…hua….jadi beban mental harus bikin yang bagus dan menarik.
tamparan dahsyattttttttt
aku malu kalau ditanya kapan aku mulai lengkap mengerjakan sholat wajib yang menjadi tiang agama islam itu. karena aku baru mengerjakan memenuhinya tanpa mongorupsi satupun, baru mulai kelas 1 SMP. itupun karena omongan temanku yang mengingatkan ku, mungkin begitu maksutnya, tapi menurutku itu dalah tamparan super hebat tapi aku harus bersyukur dan berterimakasih karenanya. awalnya dari cheklist solaht 5 waktu. guru agamaku di SMP menugaskan kami untuk membuat semacam cheklist kelengkapan sholat. seharusnya aku beruntung sakali karna aku dilahirkan di lingkungan keluarga yang agamis. mulai dari sholat, mengaji, sampai hukum2 islam lainya ayahku sendiri yang mengajarkanya pada kami sebagai anak2nya. bahkan juga anak2 lain dilingkungan desaku. tidak seperti kakakku yang selalu rajin melaksanakan sholat wajib, aku selalu mengerjakannya kalu diperintah ibarat kata demikian. makanya tak jarang aku mengorupsi jumlahnya. tak heran kalau di rapor cheklist sholat dalam satu bulan bisa 2-5 aku absen mengerjakan sholat wajib itu. kebanyakan sholat isya’. suatu saat temenku sebut saja dia si-W, berkata padaku setelah melihat hasil rapor sholatku dari bulan ke bulan “Mbak, kok banyak yang bolong?” dia berkata dengan santun takut kalau2 aku tersinggung, padahal memang aku sangat tersinggung. Itukan ibadahku urusannya hanya aku dengan tuhan, gerutuku dlm hati. tapi aku berusaha menjawab dgn santun juga ” iya, tapi bulan ini sudah ada kemajuan cuma 3 yang bolong, lagian kalau pas isya’ sering ketiduaran” jawabku ngeles. “tapi kalau 5 penuh lebih bagus kan, memang wajibnya 5 x dlm sehari. cuma 5 masak dikorupsi juga. sholat isya’ kan jam 7 belum terlalu malemkan kan. tuh tadi barusan cerita senetron XXXXXX itukan sampai jam 8 malem. kalau nonton gak ngantuk? masak sholat isya’ 4 rokaat yg cuma butuh waktu 5 menit aja harus absen”. plak!!! plak!!!! PLAAAKKKK!!!!! rasanya mukaku bagaikan ditampar 46 kali. sehingga wajahku seketika itu juga membiru dan berubah jadi pipi semua. aku berharap gak ada orang yang mengenali wajahku saat itu. musibah nama baikku serasa jatuh kedasar jurang paling dalam terus hanyut terbawa deras alir sungai yang beriak gemercak pecah terbelah bebatuan. begitulah nasib malangku yang sebenarnya kuciptakan sendiri karena meratapi harga diri yang terlanjur jatuh, berlangsung berhari2. tapi begitu aku coba melengkapi lima limanya terus dan terus, eh… kok jadi keenakan malah rasanya ada yang kurang kalau sampai kelewatan rasanya nyesel dan alhamdulillah kebawa sampai saat ini dan detik ini juga dan insyaallah selamanya. Tapi masih ada yang harus diperbaiki kekusyu’an dan ketepatan waktu mengerjakan. kok jadi kebawa ke sholat kebiasaan jam karetnya, molor melulu. “suwun banget yo W, kata2mu pancen mujarab, aku rela ditampar lagi biar giat mengerjakannya dengan khusyu’, tumakninah, dan tepatwaktu, serta bisa menambah jumlah untuk sunahnya.”
bintangku
Dibawah langit jakarta
Sayup2 sang bayu menyeka sisa2 guyuran hujan
Oh bintangku, tak terlihat seberkaspun sinarmu
Mendung tlah menenggelamkan warta tentangmu
Elegi nyanyian malam, syairkanlah kisah bintangku
Ku ingin menghitungnya hingga di ujung lelahku.
Masa Kecilku
Merenung di bawah temaram menerbangkan angan dan khayalan. 1/4 abad silam aku yg masih bayi aku yg mulai tumbuh batita. Desaku yg asri nan hijau. Berlari kami di atas parit. Sawah bak hamparan permadani hijau. Senyum bapak melihat tawa aku dan kakak. Menikmati damainya masa kanak2. Aroma masakan ibu menyambut kedatangang kami, kembali ke rumah. Makan bersama, tertawa bersama. Masa kecilku juga pernah bermain layang2 bersama bapak. aku masih ingat layang-layangnya berbentuk batman. bapak sendiri yang mendisign dan merakitnya. layang2 raksasa yang tingginya lebih tinggi dari tinggi bapak, terbuat dari tas bambu dan tas kresek merah hitam. Masa kanak2ku yg damai dan ceria. I luv my familly. Miss u all
A’ is for Allah
A’ is for Allah
, nothing but Allah;
Ba is the beginning of Bismillah;
Ta is for Taqwa, bewaring of Allah;
and Tha is for Thawab, a reward;
Ja is for Janna, the Garden of Paradise;
Ha is for Hajj, the blessed pilgrimage;
Kha is for Khaatem, the seal of the prophethood given to the Prophet, Muhammed (SAW);
Da is for Deen, Al-Islam, religion with Allah
since time began;
Dha is for dhikr, remembering Allah;
and Ra is for the month of Ramadhan, ohh Ramadhan;
Za is for Zakat to pure our greed, when we give our money to those in need;
Sa is for Salamu alaikum, peace be with you wa’alaikum assalam;
Sha is for shams, the shining sun, which Allah placed for everyone;
and Sua is for salat, for when we pray facing him, everyday, facing him, till we meet our
lord;
Allah there’s only one God and Muhammed is his Messenger
. Allah, La ilaha illa’allah;
Dua is for duha, the morning light, the sun has turned from red to white;
Tua is for tareeq, the path to walk upon;
and Dhua is for dhil, a shadow;
and Aa is for ilm, the thing to know, to make our knowledge grow, in Islam;
Gha is for ghaib, a world unseen and that we know is not a dream;
Fa is for, the Opening, Al-Fatiha;
and Qua for the Qur’an, the book of God;
and Ka is for kalima, a word we’re taught to teach us what is good and what is not;
and La is for the beginning of La ilaha illa’allah;
Ma is for the Messenger Muhammed-ur-Rasoolillah. La ilaha illa’allah, Muhammed-ur-
Rasulilllah;
Allah, there’s only one God and Muhammed is his Messenger. Allah, la ilaha illa’allah;
Na is for nawm, the sleep God gave to give us rest after the day;
Ha is for the Hijra, the journey that, the Prophet made;
and Wa for wudu before we pray to help us wash our sins away;
11 Yusuf Islam Father and son – Download from 4shared.com – Filestube.com
11 Yusuf Islam Father and son – Download from 4shared.com – Filestube.com.
Its not time to make a change,
Just relax, take it easy.
Youre still young, thats your fault,
Theres so much you have to know.
Find a girl, settle down,
If you want you can marry.
Look at me, I am old, but Im happy.
I was once like you are now, and I know that its not easy,
To be calm when youve found something going on.
But take your time, think a lot,
Why, think of everything youve got.
For you will still be here tomorrow, but your dreams may not.
Son
How can I try to explain, when I do he turns away again.
Its always been the same, same old story.
From the moment I could talk I was ordered to listen.
Now theres a way and I know that I have to go away.
I know I have to go.
Father
Its not time to make a change,
Just sit down, take it slowly.
Youre still young, thats your fault,
Theres so much you have to go through.
Find a girl, settle down,
If you want you can marry.
Look at me, I am old, but Im happy.
(son– away away away, I know I have to
Make this decision alone – no)
Son
All the times that I cried, keeping all the things I knew inside,
Its hard, but its harder to ignore it.
If they were right, Id agree, but its them you know not me.
Now theres a way and I know that I have to go away.
I know I have to go.
(father– stay stay stay, why must you go and
Make this decision alone? )
Ironi
mari kita belajar untuk tertib dan peduli terhadap lingkungan. mulai lah dari hal-hal yang kecil. jangn anggap sepele petunjuk, larangan atau apalah yang memang sengaja di buat untuk kita patuhi. karna dunia ini bukan milik kita sendiri, tapi dunia ini milik kita semua. Jadi jangan semau kita sendiri. sebagai manusia kita dianugrahi akal untuk berpikir dan hati agar kita berbudi. so hiduplah sebagai manusia yg hidup di bumi bukan di hutan
when I feel’n down
Kasus yang mungkin lagi marak saat ini. Demotivasi saat di kantor. perasaan yang pengen ‘resign’ aja. jadi ingat pembicaraan di chat dengan sobat. Dia pernah merasa sangat jenuh yang memuncak dengan rutinitas pekerjaan. sampai2 dia punya pikiran untuk mengundurkan diri dari perusahaan dimana ia bekerja. terjadilah sebuah diskusi kecil dengan sang suami. nasehat sederhana dari sang suami “masio sitik, gak akeh wong sing digaji podo ambek awakmu, kuwi isok digwe lapo2″ yang artinya …he…kurang lebih begini “biarpun sedikit, gak banyak orang di gaji sama seperti kamu, itu bisa digunakan untuk banyak hal”. Subhanallah. demotivasi yang sama saat ini banyak menyerang orang2 sekeliling ku. tidak terkecuali juga aku. saat virus itu menyerang aku selalu ingat2 klo aku sangat membutuhkan gaji dari pekerjaan ini. bagi perusahaan mungkin sangat mudah untuk mencari orang baru, toh di luar kan banyak pengangguran hebat yang nasibnya belum beruntung yang siap mengantri. setiap orang pasti akan mengalami masa-2 up ataupun down. jadi adanya demotivasi itu wajar. apalagi mungkin rutinitas yang membuatnya stack dan monoton, beban kerja yang mungkin menurutnya berlebihan, serta tanggung jawab yang membebani. alih2 mencari kambing hitam yang menguatkan alibi kita untuk makin down mungkin lebih baik kita mencari 1001 alasan mengapa kita harus stay. Kecuali kalau ada yang lain yang lebih baik (setiap orang mempunyai standard masing2 untuk menilai baik/nggak) itu perlu kita pikirkan kembali (he.. kok sok jadi mario Teguh gini ). apapun hasil akhir pilihan kita nanti apakah stay / go selama kita masih stay mari berusahan melakukan yang terbaik & ikhlas. Insyaallah tidakakan sia-sia. semoga coretan saya ini bisa memberikan sentilan yang berguna.
Senandung Biduan Bisu
meleleh air mata sang biduan
meringkuk malam pekat menyambut
tak lagi tegar jiwa sang biduan
bimbang beriak memecah sunyi
mungkin akal tak lagi balig
angkara murka mengoyak jiwa
ambisi memperbudak raga
syukurpun tak ingat berucap
rintik hujan menemani langit tua
biduan bisu lapuk di batu duka
mengutuk malam tak harap, tak pinta
hanyut dalam lara, pedih teramat
sang katak menari diatas daun talas
gerimis mengusik ketenangan danau
sang katak terus bernyanyi riang
menikmati alam anugrah Sang Maha Menggenggam
isyarat iri sang biduan
mengutuk katak, ria tak bersua
tutur bijak katak riang……….
melompatlah…! engkau, bisa lebih jauh
menarilah…! engkau, bisa lebih megah
meski bisu tak bernada, tak berirama
berdendanglah jiwa sanubari
malam pekat menepi, fajar hendak mengganti
lirih senandung biduan bisu dalam kebisuan, dalam pekat malam







en no no yang laen
(termasuk juga no smoking 